KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Upaya pencegahan stunting sebagai salah satu isu strategis pembangunan sumber daya manusia (SDM) terus menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kota Kendari. Salah satunya diwujudkan melalui penerimaan kunjungan kerja (Kunker) DPRD Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang berlangsung di ruang rapat utama DPRD Kota Kendari, Jumat (8/8/2025).
Anggota DPRD Morowali yang berkunjung di DPRD Kota Kendari tersebut ialah Herlan, Abdul Muin Harate, dan Puspa Bayu Nugraha. Rombongan disambut hangat oleh Anggota DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmat, bersama Plt. Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Kendari, Syahrir Kanda.
Suasana pertemuan berlangsung hangat namun penuh keseriusan. Kedua pihak duduk melingkar, membuka sesi diskusi dengan saling memperkenalkan latar belakang program yang telah dijalankan di masing-masing daerah.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan saling bertukar data, metode pelaksanaan program, hingga membahas hambatan di lapangan. Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya keterlibatan lintas sektor – dari dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi perempuan untuk memperluas jangkauan edukasi pencegahan stunting.
Fadhal Rahmat dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga merupakan tugas kolektif pemerintah daerah dan lembaga legislatif.
“Pencegahan stunting harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. Generasi kita ke depan bergantung pada langkah-langkah yang kita ambil hari ini. Itulah mengapa kolaborasi dan pertukaran pengalaman seperti ini menjadi sangat penting,” ungkap Fadhal.

Ketgam: Anggota DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmat didampingi Plt. Sekwan, Syahrir Kanda bersama anggota DPRD Morowali
Ia menjelaskan, DPRD Kota Kendari telah mendorong penganggaran yang berpihak pada program kesehatan ibu dan anak, termasuk memastikan ketersediaan gizi yang memadai bagi ibu hamil dan balita.
“Program yang berjalan mencakup pemberian makanan tambahan, penguatan peran posyandu, pelatihan kader kesehatan, hingga sosialisasi pencegahan pernikahan dini,” jelas Fadhal.
Fadhal Rahmat menekankan pentingnya sinergi antar daerah dalam mengatasi masalah stunting yang masih menjadi perhatian nasional. Penanganan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari penguatan gizi ibu hamil, pemenuhan kebutuhan nutrisi anak, hingga peningkatan akses layanan kesehatan yang memadai.
“Kami di Kota Kendari terus berupaya mengoptimalkan anggaran untuk program-program yang berdampak langsung pada penurunan angka stunting. Kunjungan ini menjadi momentum yang baik untuk bertukar pengalaman dan strategi agar program yang dijalankan semakin efektif.” jelasnya.
Fadhal Rahmat menambahkan bahwa DPRD memiliki peran strategis sebagai pengawas sekaligus mitra pemerintah dalam memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana DPRD Kota Kendari ikut memantau langsung distribusi bantuan gizi dan mengevaluasi capaian program di lapangan.
Suasana akrab terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Beberapa anggota dewan dari Morowali mengajukan pertanyaan teknis seputar mekanisme penganggaran dan monitoring, sementara perwakilan Kendari membagikan tips komunikasi efektif dengan masyarakat untuk mengubah pola pikir terkait gizi dan kesehatan anak.

Ketgam: Anggota DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmat bersama anggota DPRD Morowali
Fadhal menegaskan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai adalah kunci keberhasilan program tersebut. Tidak hanya anggaran, tetapi juga infrastruktur dan sumber daya manusia yang kompeten sangat dibutuhkan untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Harus ada kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, serta masyarakat. Pertemuan seperti ini sangat bermanfaat untuk saling menguatkan dan belajar dari pengalaman daerah lain,” jelasnya.
“Kami berharap hasil diskusi ini dapat menjadi dasar bagi kedua daerah untuk memperkuat program pencegahan stunting melalui kebijakan yang terintegrasi dan dukungan anggaran yang memadai. Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga investasi masa depan generasi bangsa.” tutup anggota DPRD kota Kendari termuda ini.
Fadhal Rahmat menutup pertemuan dengan harapan bahwa sinergi ini tidak hanya berhenti pada pertemuan formal, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang.
“Target kita jelas: angka stunting harus turun secara signifikan, dan itu hanya bisa dicapai dengan kerja bersama. Semoga apa yang kita bahas hari ini menjadi langkah awal yang membawa manfaat besar bagi masyarakat di Kendari maupun Morowali,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Kendari, Syahrir Kanda, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPRD Kabupaten Morowali untuk belajar dan berbagi pengalaman. Ia menilai bahwa forum diskusi lintas daerah menjadi sarana penting untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan inovasi kebijakan.
“Kolaborasi antar lembaga legislatif seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menangani isu kesehatan masyarakat, termasuk stunting,” ujarnya.
Dengan adanya forum pertukaran pengetahuan ini, diharapkan program pencegahan stunting di kedua daerah semakin efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup generasi masa depan. (ADV)












