KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Di tengah tantangan ekonomi global yang masih berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok di berbagai daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menunjukkan langkah nyata dan berpihak kepada rakyat. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, program Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digelar secara konsisten sejak awal tahun 2026 hingga sekarang. Program ini merupakan kebijakan strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Atas capaian tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Kendari yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah agar tetap aman dan terkendali.
Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, dr. Jabar Aljufri, menegaskan bahwa langkah Pemkot Kendari patut mendapat penghargaan karena dilakukan secara serius, masif, dan tepat sasaran. Menurutnya, kehadiran pasar murah di berbagai titik wilayah kota telah menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
“Secara umum kita menilai langkah ini sangat bagus dan tepat sasaran. Dari awal tahun sampai dengan saat ini, sangat banyak kegiatan pasar murah yang dilakukan oleh Pemkot Kendari. Ini patut kita apresiasi sebesar-besarnya,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga legislatif di Kota Kendari berjalan baik, terutama dalam menghadirkan kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah adalah terjaganya angka inflasi Kota Kendari. Di saat sejumlah daerah menghadapi tekanan kenaikan harga komoditas, Kendari justru mampu menjaga keseimbangan ekonomi dengan baik.
Menurutnya, stabilitas harga bukan hanya persoalan angka statistik, tetapi menyangkut kenyamanan hidup masyarakat sehari-hari. Ketika harga kebutuhan pokok terkendali, daya beli warga tetap terjaga dan aktivitas ekonomi berjalan sehat.
“Alhamdulillah, upaya ini berhasil mengontrol inflasi yang ada di Kota Kendari sehingga saat ini inflasinya benar-benar stabil dan terkendali,” tegas Jabar Aljufri.
Ia juga menilai bahwa keberhasilan pemerintah tidak selalu diukur dari seberapa rendah harga ditekan, melainkan bagaimana harga tetap berada pada level yang wajar dan tidak merugikan semua pihak.
Dalam pandangan Jabar Aljufri, kebijakan ekonomi harus dijalankan secara bijak. Menurunkan harga secara drastis hingga menyebabkan deflasi justru bukan solusi ideal. Kondisi itu dapat menimbulkan persoalan baru, terutama bagi produsen, pedagang, dan pelaku usaha kecil. Karena itu, yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan usaha para pelaku ekonomi.

“Kita tidak bisa serta merta ingin menurunkan harga seperti di beberapa daerah lain sampai terjadi deflasi. Kalau terjadi deflasi, itu justru problem juga bagi ekonomi kita. Makanya memang harus kita kendalikan dengan baik. Yang penting stabil dan aman,” jelasnya.
Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan berpikir dalam melihat dinamika ekonomi daerah. Pemerintah dinilai tidak hanya fokus pada jangka pendek, tetapi juga menjaga ekosistem ekonomi secara menyeluruh.
Belakangan ini, sejumlah komoditas pangan mengalami tren kenaikan harga. Beras sebagai kebutuhan utama masyarakat menjadi salah satu contoh paling nyata. Harga yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per 5 kilogram, kini meningkat menjadi Rp60.000 sampai Rp70.000 di pasaran umum.
Kondisi tersebut tentu memberi tekanan bagi rumah tangga, terutama keluarga dengan pendapatan terbatas. Di sinilah Gerakan Pangan Murah hadir sebagai jawaban.
Melalui program ini, masyarakat dapat membeli beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Bagi banyak warga, program ini bukan hanya membantu pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menghadirkan rasa tenang di tengah gejolak harga pasar.
“Dengan adanya pasar murah ini, masyarakat bisa berbelanja dengan harga yang lebih miring dan sangat bersahabat. Ini sangat membantu sekali, apalagi bagi masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah,” katanya.

Nilai lebih dari pelaksanaan GPM di Kota Kendari terletak pada jangkauannya yang luas. Jika di banyak daerah program serupa hanya dilakukan di pusat kota atau lokasi tertentu, Kendari justru memperluas layanan hingga tingkat kelurahan. Langkah ini membuat masyarakat di berbagai penjuru kota mendapatkan akses yang sama terhadap kebutuhan pokok murah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Justru Kota Kendari ini masuk yang paling rutin pelaksanaannya, dan menyasar juga sampai di tingkat kelurahan. Iya, sampai di tingkat kelurahan sudah ada GPM-nya. Ini kita apresiasi,” ucapnya.
Kehadiran negara di tingkat akar rumput melalui program seperti ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik terus bergerak mendekati masyarakat. Tak hanya fokus pada urusan pangan, Pemerintah Kota Kendari juga menghadirkan inovasi pelayanan terpadu. Dalam beberapa kegiatan GPM, program tersebut dipadukan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Jabar Aljufri mengaku menyaksikan langsung model pelayanan tersebut saat berkunjung ke Kelurahan Lepo-Lepo. Menurutnya, konsep ini sangat baik karena masyarakat bisa memperoleh dua manfaat sekaligus dalam satu kegiatan.
“Kemarin saya di Kelurahan Lepo-Lepo, saya sangat mengapresiasi karena di situ tidak hanya ada GPM, tapi juga digabungkan dengan agenda pemeriksaan kesehatan gratis. Jadi warga bisa belanja murah sekaligus mengecek kesehatan mereka,” tuturnya.
Kombinasi antara ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat dinilai sebagai bentuk pelayanan modern yang efektif, efisien, dan humanis.
Jabar Aljufri berharap berbagai program unggulan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Baik di sektor pangan, kesehatan, maupun layanan sosial lainnya, keberpihakan kepada rakyat harus menjadi prioritas utama.
Gerakan Pangan Murah telah menjadi contoh bagaimana kebijakan yang dirancang dengan baik dapat memberi dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Program ini bukan hanya menekan beban ekonomi warga, tetapi juga menjaga optimisme bahwa pemerintah hadir dan bekerja nyata.
“Semoga semua program yang baik dan berpihak kepada rakyat ini bisa terus berlanjut dan semakin maksimal manfaatnya bagi masyarakat Kendari,” pungkasnya. (ADV)












