DPRD Kota Kendari Dukung Penuh Revitalisasi Pasar, Harapan Baru bagi Pedagang dan Wajah Kota

Ketgam: Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, dr. Jabar Al Jufri

KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Denyut perekonomian rakyat selalu bermula dari pasar. Di tempat itulah aktivitas jual beli berlangsung sejak pagi buta, perputaran uang bergerak dari tangan ke tangan, dan ribuan keluarga menggantungkan penghidupan setiap hari. Karena itu, ketika Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah merevitalisasi pasar-pasar tradisional, dukungan pun datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari.

Bagi DPRD, kebijakan tersebut bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan upaya besar menata kembali pusat ekonomi masyarakat agar lebih layak, tertib, nyaman, dan mampu menjawab tantangan perkembangan kota yang terus tumbuh. Revitalisasi pasar dipandang sebagai kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya jumlah penduduk, perubahan pola belanja masyarakat, dan tuntutan fasilitas publik yang semakin modern.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, dr. Jabar Al Jufri menegaskan, banyak pasar tradisional yang saat ini membutuhkan sentuhan pembaruan. Kondisi bangunan, tata letak, akses jalan, sanitasi, hingga area parkir harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman agar pasar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

“Kita apresiasi dan dukung langkah Pemkot. Memang banyak pasar tradisional kita yang sudah terlalu tradisional. Kalau lima sampai sepuluh tahun lalu mungkin masih nyaman, tetapi sekarang dengan kepadatan penduduk Kendari, sudah sewajarnya kita revitalisasi,” ungkapnya, Rabu (22/04/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan satu kenyataan penting: pasar tidak boleh berjalan di tempat, sementara kota terus berkembang. Jika tidak dibenahi, pasar tradisional berisiko tertinggal dan kehilangan daya saing dibanding pusat perbelanjaan modern. Padahal, pasar rakyat memiliki peran strategis sebagai ruang ekonomi kerakyatan yang menyerap tenaga kerja dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Ketgam: Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, dr. Jabar Al Jufri bersama pengelolah Pasar Anduonohu

Revitalisasi pasar, menurut Jabar Al Jufri, memiliki tujuan utama menciptakan kenyamanan bagi semua pihak. Pedagang membutuhkan tempat usaha yang aman dan tertata, sementara pembeli membutuhkan lokasi berbelanja yang bersih, mudah diakses, dan nyaman untuk dikunjungi.

Pasar yang tertata dengan baik akan memberi dampak langsung terhadap meningkatnya aktivitas transaksi. Ketika pembeli merasa nyaman, kunjungan akan bertambah. Ketika pengunjung ramai, omzet pedagang ikut naik. Dari situlah kesejahteraan para pelaku usaha kecil diharapkan meningkat.

“Revitalisasi kan artinya diperbaiki. Pemkot mengupayakan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. Kita harapkan dengan adanya perbaikan ini, pendapatan dan kesejahteraan pedagang juga ikut meningkat,” tegasnya.

Harapan itu sangat realistis. Selama ini, banyak pedagang tradisional harus berjualan dalam kondisi terbatas—atap bocor saat hujan, drainase kurang baik, pencahayaan minim, hingga ruang dagang yang sempit. Kondisi semacam itu tentu memengaruhi produktivitas usaha. Dengan fasilitas yang lebih baik, pedagang memiliki kesempatan berkembang lebih besar.

Lebih jauh Jabar Al Jufri mengatakan, revitalisasi pasar juga dipandang sebagai bagian dari penataan wajah Kota Kendari secara keseluruhan. Pasar merupakan ruang publik yang menjadi cermin tata kelola kota. Jika pasar tertib dan bersih, maka citra kota ikut terangkat.

Ketgam: Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, dr. Jabar Al Jufri saat bersalaman dengan para pedagang di Pasar Anduonohu

Ia menilai pembenahan tidak hanya menyentuh bangunan utama, tetapi juga harus menyasar tata ruang atau pengaturan los, jalur sirkulasi, akses kendaraan, dan area pendukung lainnya. Semua elemen itu penting agar aktivitas di pasar berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan maupun kesemrawutan.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah Pasar Anduonohu. Kawasan tersebut sebelumnya sempat menghadapi persoalan terkait lahan parkir dan pengaturan ruang. Karena itu, revitalisasi dinilai sebagai momentum terbaik untuk menyelesaikan persoalan lama sekaligus menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih baik ke depan.

“Kita sambut baik revitalisasi ini karena akan memperjelas batas-batas wilayah pasar dan di luar pasar. Terutama di Anduonohu, kemarin kan ada problem di lahan parkirnya. Dengan penataan ini, masalah pengaturan los dan parkir bisa diselesaikan dengan baik,” jelas Jabar Al Jufri.

Dengan penataan yang tepat, area parkir tidak lagi mengganggu aktivitas dagang, kendaraan pengunjung lebih tertib, dan pedagang dapat berjualan sesuai zonasi yang telah diatur. Kondisi seperti ini akan menciptakan ekosistem pasar yang sehat dan efisien.

Jabar Al Jufri mengungkapkan, DPRD memastikan dukungan terhadap revitalisasi pasar tidak berhenti pada pernyataan politik semata. Pengawasan terhadap pelaksanaan program juga akan dilakukan secara maksimal agar anggaran yang dialokasikan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Ketgam: Penataan Pasar Anduonohu, khususnya pada area halaman depan pasar

Revitalisasi pasar diketahui telah masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). DPRD melalui fungsi budgeting telah mencermati dan membahas kebutuhan anggaran tersebut sejak tahun sebelumnya agar program dapat direalisasikan pada tahun ini.

“Pengawasannya pasti masuk di APBD. Ada fungsi budgeting yang dilakukan DPRD. Ini sudah kita maksimalkan pembahasannya di Rapat Banggar tahun lalu, sehingga bisa direalisasikan di tahun ini,” pungkasnya.

Komitmen pengawasan ini penting agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat mutu, tepat waktu, dan tidak keluar dari tujuan utama yakni meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan pedagang.

Revitalisasi pasar sejatinya bukan hanya membangun gedung baru atau mempercantik tampilan fisik. Lebih dari itu, program ini adalah investasi jangka panjang bagi ekonomi rakyat. Pasar yang sehat akan melahirkan usaha-usaha kecil yang kuat, membuka lapangan kerja, dan menjaga roda ekonomi lokal tetap berputar.

Di tengah perubahan zaman, pasar tradisional harus tumbuh menjadi ruang perdagangan modern tanpa kehilangan ruh kebersamaan dan kedekatan sosial yang menjadi ciri khasnya. Di sanalah masyarakat bertemu, tawar-menawar terjadi, dan ekonomi bergerak dengan wajah yang paling membumi.

Dengan dukungan penuh DPRD dan komitmen Pemkot Kendari, revitalisasi pasar diharapkan menjadi langkah nyata menuju kota yang tertata, ekonomi yang tumbuh, serta pedagang yang semakin sejahtera. Bagi Kendari, pasar bukan sekadar tempat berjualan—tetapi jantung kehidupan rakyat yang harus terus dijaga dan diperkuat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *