KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, LM Rajab Jinik bersama anggota DPRD Kota Kendari termuda, Fadhal Rahmat hadir sebagai pembicara dalam kegiatan dialog Sekolah Legislatif Mahasiswa, Sabtu (2/8/2025).
Kegiatan tersebut digelar oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) yang bertajuk “Membentuk Legislator Mudah Berkarakter dan Berpikir Kritis sebagai Agen Perubahan Legislatif Indonesia”. Berlangsung di Aula Bahtiar FISIP UHO dan dibuka oleh Wakil Dekan FISIP.
Dalam kesempatan tersebut, Rajab Jinik memaparkan pentingnya membangun karakter kuat dan pola pikir kritis bagi mahasiswa sebagai calon legislator masa depan.
Ia menekankan bahwa kesiapan mental dan intelektual sangat krusial sebelum memasuki dunia legislatif agar dapat menjalankan tugas dengan integritas dan efektif.

“Karakter dan kemampuan berpikir kritis adalah fondasi utama bagi seorang legislator untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa aspirasi rakyat secara nyata,” ujar Rajab.
Menurutnya, pendidikan karakter sangat penting untuk generasi muda karena membantu mereka berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab, bermoral, dan siap menghadapi dinamika kehidupan.
“Generasi muda adalah masa depan bangsa. Oleh karena itu, mereka perlu menyadari tanggung jawab sosial mereka terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar mereka,” ungkapnya.
Dikatakan, untuk berpikir kritis bukanlah sesuatu hal yang instan. Hal ini membutuhkan proses dan latihan yang konsisten. Untuk melatih berpikir kritis dimulai dengan perbanyak diskusi dengan orang lain.

“Tujuannya agar kita bisa mendapatkan perspektif baru terhadap sesuatu hal. Jangan malu untuk bertanya terhadap sesuatu hal yang tidak kita ketahui dan yang lebih penting perbanyak membaca buku agar memperluas wawasan karena buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kuncinya,’ jelasnya.
Sementara itu, Fadhal Rahmat memaparkan tentang konsep trias politika dalam sistem pemerintahan Indonesia, yang berfungsi membatasi kekuasaan agar tidak terpusat dan menjaga keseimbangan antar lembaga.
Ia juga menjelaskan peran strategis DPRD sebagai wakil rakyat dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Kita harus memahami bahwa DPRD bukan hanya sebagai pembuat aturan, tetapi juga pengawas dan penghubung aspirasi masyarakat. Peran ini sangat penting untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai harapan rakyat,” kata Fadhal.

Menurutnya, menyerap aspirasi itu bukan hanya dalam acara reses, tapi bisa melalui audiensi. Jadi bagaimana sistem penganggaran di DPRD ini begitu perdebatan saat badan anggaran di perjuangkan juga bagaimana dalam pengawasannya.
“Itu sangat penting, seberapapun anggaran yang kita gelontorkan, seberapa pun hebatnya perda yang kita terbitkan, kalau fungsi pengawasannya di DPRDnya lemah sehingga tidak menjadi sesuatu yang bernilai,” ucap Fadhal Rahmat.
Lebih jauh ia mengatakan, ketika ingin menjadi Legislator yang profesional perlu dibekali dengan wawasan. Yang terpenting adalah selalu jalin komunikasi dengan berbagai kalangan.
“Karena di DPRD dapat merasakan kebermanfaatan apa yang menjadi kewenangan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat melalui parlemen ini,” imbuhnya.
Kegiatan dialog ini diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada kedua anggota DPRD sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memberikan materi edukatif. (ADV)












