Raperda Perubahan APBD 2025 Dibahas Maraton, DPRD Kota Kendari dan TAPD Kejar Peningkatan Pembangunan dan Pelayanan Publik

Ketgam: Ketua DPRD Kota Kendari Laode Muhammad Inarto memimpin rapat maraton pembahasan Raperda Perubahan APBD 2025 bersama TAPD

KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Ruang rapat DPRD Kota Kendari pada Selasa (23/9/2025) berubah menjadi arena diskusi maraton. Sejak pagi, Badan Anggaran DPRD Kota Kendari bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari Tahun 2025.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kendari sekaligus Ketua Badan Anggaran, La Ode Muhammad Inarto, berlangsung secara intensif dan maraton sejak pagi hingga menjelang malam. Didampingi Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari, Rizki Brilian Pagala, serta anggota Badan Anggaran DPRD lainnya, forum tersebut berjalan penuh dinamika namun tetap dalam suasana konstruktif.

Seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari serta seluruh camat se-Kota Kendari turut hadir dalam rapat maraton ini. Pembahasan mendalam dilakukan untuk memastikan setiap detail perubahan anggaran dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto menjelaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan APBD dengan kebutuhan mendesak pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa perubahan APBD 2025 memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Kami ingin memastikan bahwa perubahan anggaran ini tepat sasaran, berpihak kepada kepentingan rakyat, serta mampu menjawab kebutuhan mendesak Kota Kendari saat ini,” ujarnya.

Ketgam: Suasana serius pembahasan Raperda Perubahan APBD 2025 di ruang rapat paripurna DPRD Kota Kendari

Ia menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan sektor ekonomi lokal menjadi fokus utama dalam pembahasan ini.

“Kota Kendari harus terus bergerak maju. Setiap keputusan yang kita ambil di meja rapat ini akan menentukan wajah kota kita di masa depan,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari, Rizki Brilian Pagala, menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan TAPD dalam menyusun prioritas anggaran. Menurutnya, perubahan APBD tidak boleh hanya sebatas menyesuaikan kebutuhan teknis, melainkan juga menjadi momentum untuk mendukung visi dan misi Wali Kota Kendari dalam mewujudkan kota yang lebih maju, ramah, dan sejahtera.

“DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat. Kami ingin memastikan bahwa perubahan APBD 2025 ini menjadi landasan kuat untuk mempercepat realisasi program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Rizki juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. “Kami tidak ingin ada celah pemborosan atau program yang tidak efektif. Setiap program yang diusulkan OPD harus jelas indikator keberhasilannya, sehingga bisa benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ketgam: Rapat maraton DPRD Kota Kendari bersama TAPD menyusun anggaran yang lebih tepat sasaran

Pembahasan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari itu dilakukan secara detail dan terukur. Satu per satu OPD diminta untuk memaparkan program serta rencana kebutuhan anggaran yang diajukan. Setiap usulan mendapat sorotan dan pertanyaan dari anggota Badan Anggaran DPRD. Proses ini memang melelahkan, namun diyakini akan menghasilkan kebijakan yang lebih matang dan tepat sasaran.

Tidak jarang terjadi perdebatan, terutama ketika menyangkut alokasi dana yang dianggap belum seimbang. Namun, dinamika tersebut justru memperlihatkan bahwa proses pembahasan berjalan dengan kritis, transparan, dan akuntabel. Baik DPRD maupun TAPD sama-sama berkomitmen untuk menghasilkan kesepakatan yang berpihak pada masyarakat.

Perubahan APBD 2025 yang dibahas secara maraton ini membawa harapan besar bagi masyarakat Kota Kendari. Melalui penyesuaian anggaran, pemerintah kota diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat.

Tidak hanya itu, sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas utama. Peningkatan kualitas sekolah, penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih memadai, serta dukungan bagi tenaga pendidik dan tenaga medis dipandang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan pembahasan yang komprehensif, transparan, dan partisipatif, Raperda Perubahan APBD Kota Kendari Tahun 2025 diharapkan dapat segera disahkan menjadi landasan hukum. Hal ini akan menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, pelayanan publik yang lebih baik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

DPRD Kota Kendari bersama Pemerintah Kota Kendari telah menunjukkan komitmen dan kerja keras mereka melalui rapat maraton ini. Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana menyusun anggaran, tetapi bagaimana memastikan implementasi di lapangan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan hasil nyata.

Sebagaimana ditegaskan Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, “Masyarakat menaruh harapan besar pada kita semua. Mari kita jadikan anggaran ini bukan hanya sebagai dokumen formal, tetapi sebagai instrumen nyata untuk membangun Kota Kendari yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih membanggakan.” (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *