KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Di Era digital, kecanggihan teknologi terus dinamis. Kondisi sosial seakan berada di pangkuan para pengguna media sosial (Medsos). Hampir semua informasi bisa diketahui dan ter-up date di media sosial yang hampir semua orang menggunakannya.
Dilatarbelakangi kondisi tersebut, yang hampir semua orang menggunakan jejaring media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan media sosial lainnya, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Fadhal Rahmat, memanfaatkan media sosial yang tersedia untuk kelancaran dan kesuksesan tugasnya sebagai wakil rakyat menyerap segala aspirasi rakyat di Kota Kendari.
Menurutnya, di era digital ini, media sosial telah menjadi salah satu instrumen penting dalam berkomunikasi dengan semua pihak. Untuk itu, Fadhal Rahmat, hadir dengan pendekatan yang lebih segar dan inklusif. Ia memanfaatkan media sosial sebagai ruang interaktif untuk menyerap, menyuarakan, sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Banyak informasi berkembang di media sosial bahkan lebih cepat dari media massa. Dengan menggunakan media sosial secara bijak, banyak kebaikan yang bisa dilakukan untuk mendukung pembangunan di Kota Kendari,” ungkapnya, Sabtu (23/8/2025).
Dalam rangka ingin menyebar kebaikan itulah, Fadhal Rahmat, berinisiatif untuk lebih efektif menggunakan media sosial secara lebih intens sebagai salah satu sarana untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan menyerap aspirasi warga Kota Kendari.

“Saya yakin masyarakat Kota Kendari kian hari kian cerdas dan dinamis. Aspirasi, kritikan, dan masukan masyarakat Kota Kendari adalah sesuatu yang penting yang harus kami dengarkan sebelum kami membuat kebijakan sebagai wakil rakyat,” katanya.
Dengan gaya komunikatif dan terbuka, Fadhal aktif melakukan siaran langsung (live) serta membagikan konten seputar kegiatan legislatif, keluhan warga, hingga respons atas berbagai isu lokal.
“Saya ingin memastikan bahwa suara rakyat benar-benar terdengar, tidak hanya saat kampanye. Melalui medsos, saya bisa langsung terhubung dengan masyarakat, tanpa sekat,” ujar Fadhal.
Melalui platform seperti TikTok, Fadhal kerap memposting konten edukatif seputar peran dan fungsi DPRD, serta progres penanganan berbagai persoalan yang dikeluhkan warga.
Seperti persoalan PHK karyawan RS Santa Anna karena mengikuti tes CPNS baru-baru ini. Ia mengungkapkan bahwa persoalan ini sebelumnya diketahui saat menggelar live tiktok.

“Jadi persoalannya karyawan RS Hermina itu awalnya saya tau karena ada yang komen waktu saya live tiktok. Mereka minta saya menyuarakan persoalan itu,” katanya.
Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di media sosial bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk transparansi dan keterlibatan langsung dengan publik.
“Saya ingin warga tahu apa yang kami kerjakan. Jangan sampai ada kesan bahwa dewan itu jauh dari rakyat. Padahal, kami ada karena mandat mereka,” tambahnya.
Meski begitu, Fadhal tetap menegaskan bahwa media sosial bukan pengganti kerja nyata di lapangan, melainkan pelengkap untuk memperkuat jangkauan komunikasi dan membangun kepercayaan publik.
“Intinya, semua harus seimbang. Turun ke masyarakat tetap prioritas, tapi medsos jadi alat efektif untuk memperluas jangkauan dan keterbukaan,” tutupnya.
Langkah inovatif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wakil rakyat lainnya untuk lebih adaptif, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital. (ADV)












