KENDARI,TAJUKSULTRA.ID – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kendari nomor urut 4, Aksan Jaya Putra- Andi Sulolipu melanjutkan kampanye dialogis di Lorong Durian, Kelurahan Wua-Wua, Kamis (24/10/2024). Kampanye dilakukan door to door dengan mensosialisasikan program unggulan pasangan nomor urut empat ini.
Dalam kesempatan tersebut, pasangan AJP-ASLI memaparkan 20 program prioritas yang diusung untuk membangun Kota Kendari ke depan.
Warga yang Lorong Durian yang hadir dalam kampanye tersebut menyampaikan bahwa wilayah mereka kerap dilanda banjir saat musim penghujan.
Sementara warga lainnya yang merupakan guru honorer di salah satu sekolah swasta di Kota Kendari menyampaikan nasib mereka karena tidak bisa ikut tes PPPK, karena mereka belum terdaftar di dalam Dapodik. Pasalnya, surat keterangan (SK) sebagai salah satu syarat mereka agar terdaftar di Dapodik bermasalah.
Menanggapi hal itu, Calon Walikota Kendari, Aksan Jaya Putra mengatakan bahwa terkait banjir sudah menjadi bagian dari program unggulan pasangan AJP-ASLI juga untuk memperbaiki sistem drainase untuk mencegah banjir.
Sementara itu, terkait keluhan guru honorer, AJP menegaskan bahwa jika pasangan AJP-ASLI terpilih, akan memperjuangkan nasib guru honorer.
“Apabila memilih AJP-ASLI, kami akan buatkan juga surat keputusan di sekolah negeri, meskipun honornya di sekolah swasta, ini supaya bisa masuk dalam penerimaan PPPK,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa pasangan AJP-ASLI akan meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan tunjangan khusus guru non sertifikasi dan guru berstatus PPPK.
“Kita ada program tunjangan khusus bagi guru non sertifikasi dan guru PPPK, tunjangan guru non sertifikasi dan guru PPPK penting diberikan, mengingat mereka adalah ujung tombak dalam membangun sumber daya manusia,” jelasnya.
Untuk program tunjangan tersebut, politisi Partai Golkar ini sudah mengkalkulasi dari kurang lebih 2000 guru PPPK dan guru non sertifikasi, sehingga nominalnya tidak kurang dari Rp 8 miliar pertahun.
“Nanti di tiap tahun kita maksimalkan, mereka juga dapat dari pusat, cuman kecil sekali. Ini juga menjadi konsen kami terhadap tenaga pengajar, karena mereka ini yang menciptakan SDM di Kota Kendari,” katanya.
Reporter: La Niati












