KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari dalam memastikan pelayanan publik berjalan maksimal kembali ditunjukkan melalui langkah nyata di lapangan. Komisi III DPRD Kota Kendari menggelar kunjungan kerja ke dua instansi strategis, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari, Selasa (7/4/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja DPRD Kota Kendari pada April 2026 yang difokuskan untuk memperkuat fungsi pengawasan, sekaligus menyerap informasi langsung dari instansi teknis terkait pelaksanaan program Pemerintah Kota. Dua sektor yang menjadi perhatian utama kali ini adalah pelayanan kesehatan dan pengelolaan sampah, yang sama-sama bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Rombongan Komisi III dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar, didampingi Wakil Ketua Komisi III, Arsyad Alastum dan Sekretaris Komisi III Muslimin, bersama anggota komisi lainnya. Kehadiran para legislator ini menjadi wujud keseriusan DPRD dalam memastikan pelayanan publik tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kunjungan pertama dilakukan di RSUD Kota Kendari. Di rumah sakit milik Pemerintah Kota tersebut, Komisi III meninjau langsung sejumlah aspek pelayanan, mulai dari kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, pelayanan pasien, hingga berbagai program kesehatan yang tengah dijalankan.
Dalam pertemuan bersama manajemen rumah sakit, pihak RSUD memaparkan berbagai capaian dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Komisi III menaruh perhatian terhadap mutu layanan, kecepatan penanganan pasien, ketersediaan ruang perawatan, serta upaya peningkatan sarana pendukung kesehatan.

Ketgam: Ketua Komisi III DPRD Kendari Laode Azhar bersama jajaran saat berdialog dengan pihak RSUD terkait peningkatan layanan kesehatan
Bagi DPRD, rumah sakit daerah memegang peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, keberadaan fasilitas yang memadai, tenaga medis yang profesional, serta sistem pelayanan yang cepat dan humanis menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi Komisi III untuk mendengar langsung berbagai kebutuhan yang masih perlu diperkuat. Dengan demikian, hasil pengawasan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi dalam pembahasan kebijakan daerah, termasuk penganggaran sektor kesehatan ke depan.
Ketua Komisi III DPRD Kendari, La Ode Azhar menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan urusan dasar yang harus terus mendapat perhatian bersama. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh layanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkualitas.
“Karena itu kami turun langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan. Apa yang sudah baik tentu harus dipertahankan, dan yang masih perlu ditingkatkan akan menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Usai meninjau RSUD, rombongan Komisi III melanjutkan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari. Fokus utama dalam kunjungan kedua ini adalah evaluasi pengelolaan persampahan dan upaya menjaga kualitas lingkungan hidup di Kota Kendari.

Persoalan sampah menjadi isu yang terus mendapat perhatian seiring pertumbuhan kota dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, DPRD memandang perlu adanya sistem pengelolaan yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan agar kebersihan kota tetap terjaga.
Dalam dialog bersama jajaran Dinas, Komisi III menggali informasi terkait alur pengelolaan sampah, mulai dari proses pengumpulan di tingkat masyarakat, pengangkutan ke tempat penampungan, hingga pengolahan akhir. Selain itu, dibahas pula berbagai kendala di lapangan, seperti keterbatasan armada, kebutuhan sarana pendukung, kesadaran masyarakat, dan strategi penanganan ke depan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kendari, Arsyad Alastum menilai pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, hingga lingkungan pendidikan agar budaya menjaga kebersihan tumbuh secara kolektif.
“Pemerintah tentu harus menyiapkan sistem yang baik, tetapi partisipasi masyarakat juga sangat menentukan. Kesadaran membuang dan memilah sampah dengan benar menjadi bagian penting dari solusi,” katanya.
Komisi III juga memberi perhatian terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dapat memberikan nilai tambah, seperti pengurangan sampah dari sumber, daur ulang, pemanfaatan bank sampah, hingga edukasi lingkungan secara berkelanjutan.

Kunjungan kerja ke dua instansi tersebut menegaskan peran DPRD bukan hanya sebagai lembaga pembuat regulasi, tetapi juga sebagai pengawas jalannya pemerintahan daerah. Dengan turun langsung ke lapangan, DPRD dapat melihat kondisi nyata, mendengar penjelasan dari instansi terkait, sekaligus menangkap kebutuhan masyarakat yang harus segera direspons.
Sekretaris Komisi III DPRD Kendari, Muslimin menyampaikan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan penting dalam rapat-rapat komisi maupun pembahasan bersama pemerintah daerah. Menurutnya, pengawasan yang efektif harus didasarkan pada data dan fakta lapangan agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan setiap program pemerintah berjalan optimal. Apa yang kami temukan di lapangan tentu akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut ke depan,” ujarnya.
Langkah aktif Komisi III DPRD Kota Kendari ini mendapat apresiasi karena menunjukkan kepedulian nyata terhadap dua isu vital yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Pelayanan kesehatan yang baik akan meningkatkan kualitas hidup warga, sementara pengelolaan sampah yang optimal akan menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman dihuni. Keduanya menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kendari sebagai kota yang maju dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan kerja seperti ini, DPRD Kota Kendari berharap setiap program daerah dapat terus diperbaiki, diperkuat, dan diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas. Dengan sinergi antara legislatif dan eksekutif, pembangunan Kota Kendari diyakini akan berjalan semakin efektif dan memberi manfaat nyata bagi seluruh warga. (ADV)












