KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Semangat kolaborasi antarlembaga legislatif kembali ditunjukkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari. Melalui Sekretariat DPRD Kota Kendari menerima kunjungan kerja dari pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan (Busel), Kamis (9/4/2026), dalam sebuah agenda strategis yang berfokus pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pajak dan retribusi.
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang dialog produktif antarwilayah dalam merumuskan langkah-langkah konkret menghadapi tantangan fiskal daerah. Di tengah tuntutan kemandirian keuangan daerah yang semakin tinggi, peningkatan PAD menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pemerintah daerah dalam mengelola potensi ekonomi secara berkelanjutan.
Rombongan DPRD Kabupaten Buton Selatan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Dodi Hasri, disambut hangat oleh Kepala Bagian Hukum Sekretariat DPRD Kota Kendari, Muhammad Zul Arsyam, didampingi Staf Khusus Pimpinan, Azis. Suasana pertemuan berlangsung cair namun sarat substansi, mencerminkan keseriusan kedua belah pihak dalam bertukar gagasan dan pengalaman.
Dalam forum tersebut, DPRD Buton Selatan secara terbuka menyampaikan ketertarikannya terhadap berbagai kebijakan yang telah diterapkan Pemerintah Kota Kendari dalam mendorong peningkatan PAD. Kota Kendari dinilai berhasil mengelola sektor pajak dan retribusi secara efektif, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretariat DPRD Kota Kendari memaparkan secara komprehensif berbagai regulasi dan kebijakan yang menjadi fondasi dalam penguatan PAD. Mulai dari penyusunan payung hukum yang adaptif terhadap dinamika ekonomi, hingga implementasi sistem pemungutan pajak yang transparan dan akuntabel.
Tidak hanya itu, mekanisme pengelolaan retribusi daerah juga menjadi perhatian utama dalam diskusi. DPRD Kendari menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik yang berbasis retribusi, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek pungutan, tetapi juga merasakan langsung manfaat dari layanan yang diberikan.
Koordinasi antara DPRD dan pemerintah daerah pun menjadi salah satu kunci sukses yang dibagikan dalam pertemuan tersebut. Sinergi yang kuat antara fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dinilai mampu menciptakan kebijakan yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan.
Beberapa program unggulan yang telah diimplementasikan di Kota Kendari turut dipaparkan sebagai referensi. Program-program tersebut terbukti mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperluas basis pajak daerah, serta memaksimalkan potensi retribusi dari berbagai sektor strategis.

Ketua DPRD Buton Selatan, Dodi Hasri, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas keterbukaan DPRD Kota Kendari dalam berbagi pengalaman. Ia menilai, praktik-praktik yang telah diterapkan di Kendari sangat relevan untuk diadaptasi di daerahnya, tentu dengan penyesuaian terhadap kondisi lokal.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk belajar langsung dari daerah yang telah lebih dulu berhasil mengelola PAD secara optimal. Banyak hal yang bisa kami bawa pulang sebagai bahan evaluasi dan penguatan kebijakan di Buton Selatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Sekretariat DPRD Kota Kendari, Muhammad Zul Arsyam, menegaskan bahwa pertukaran pengalaman antar daerah merupakan bagian penting dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan DPRD.
“Kami sangat senang dapat menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Buton Selatan. Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi sarana berbagi praktik terbaik dalam menjawab tantangan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan PAD bukanlah tugas yang dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, serta dukungan penuh dari masyarakat sebagai subjek pembangunan.
Menurutnya, DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa membebani masyarakat secara berlebihan. Oleh karena itu, keseimbangan antara optimalisasi pendapatan dan peningkatan kualitas layanan publik harus selalu menjadi prioritas.
Kegiatan konsultasi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antar kedua daerah. Tidak hanya dalam bidang peningkatan PAD, tetapi juga dalam berbagai aspek pembangunan lainnya yang menjadi kepentingan bersama.
Dengan semangat saling belajar dan berbagi, DPRD Kota Kendari kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga legislatif yang adaptif, terbuka, dan progresif dalam mendorong kemajuan daerah. Sementara bagi DPRD Buton Selatan, kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat fondasi kebijakan fiskal menuju daerah yang mandiri dan berdaya saing.
Di tengah dinamika pembangunan yang terus berkembang, kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar dan berinovasi. DPRD Kota Kendari dan DPRD Buton Selatan telah menunjukkan bahwa sinergi adalah kunci dalam menjawab tantangan masa depan. (ADV)












