KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Komitmen kuat untuk menyukseskan agenda berskala internasional kembali ditegaskan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari. Menjelang pelaksanaan forum bergengsi United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) 2026, DPRD memastikan kesiapan penuh untuk berperan aktif dalam mendukung Pemerintah Kota Kendari sebagai tuan rumah.
Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian audiensi lintas lembaga yang dilaksanakan pada Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, turut dihadiri Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Audiensi diawali dengan pertemuan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara untuk memaparkan progres persiapan sekaligus meminta dukungan pemerintah provinsi. Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi antarinstansi demi memastikan kesiapan menyeluruh jelang pelaksanaan forum internasional tersebut.
Rangkaian koordinasi dilanjutkan ke Polda Sulawesi Tenggara yang diterima Wakapolda Sultra, kemudian ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yang diterima Kajati Sultra, serta ke Korem 143 Halu Oleo yang diterima langsung Danrem 143 HO. Koordinasi tersebut difokuskan pada penguatan pengamanan, pengawasan, dan stabilitas wilayah selama kegiatan berlangsung.

Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, menegaskan bahwa lembaga legislatif siap memberikan dukungan maksimal, baik dalam fungsi pengawasan, legislasi, maupun penganggaran. Ia menyebut, momentum UCLG ASPAC bukan sekadar agenda seremonial, melainkan peluang besar untuk mendorong kemajuan daerah di tingkat global.
“Audiensi ini menjadi langkah penting dalam menyatukan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan. DPRD Kota Kendari berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendukung seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Kami ingin memastikan bahwa event ini benar-benar memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah,” ujar Inarto.
Menurutnya, kehadiran delegasi internasional dari berbagai negara merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi Kota Kendari, baik di sektor pariwisata, investasi, maupun budaya lokal. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan kesuksesan acara.
Rangkaian audiensi diawali dengan kunjungan ke Gubernur Sulawesi Tenggara, di mana Wali Kota Kendari memaparkan secara komprehensif progres persiapan serta kebutuhan dukungan dari Pemerintah Provinsi. Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan bahwa Kendari harus tampil sebagai tuan rumah yang profesional dan berkelas.

“Kendari dipercaya menjadi tuan rumah UCLG ASPAC. Ini adalah momentum besar untuk menunjukkan kesiapan dan kapasitas daerah kita di tingkat internasional,” ujar Wali Kota.
Forum UCLG ASPAC sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Mei 2026, dengan mengusung tema penguatan pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Kegiatan ini diproyeksikan akan dihadiri sekitar 100 delegasi, dengan total peserta mencapai 250 orang dari berbagai negara dan institusi internasional.
Usai dari Kantor Gubernur, rombongan melanjutkan audiensi ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. Dalam pertemuan yang diterima Wakapolda Sultra, dibahas secara rinci skema pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta pengawalan terhadap tamu negara. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Koordinasi kemudian berlanjut ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yang diterima langsung oleh Kepala Kejati. Fokus pembahasan mencakup aspek pengawasan serta tata kelola kegiatan agar berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Selanjutnya, rombongan menutup rangkaian audiensi di Markas Korem 143 Halu Oleo, dengan agenda pembahasan terkait dukungan stabilitas wilayah.

Ketua DPRD Kendari, La Ode Muhammad Inarto menilai, rangkaian koordinasi tersebut mencerminkan keseriusan seluruh elemen pemerintah dalam mempersiapkan event internasional secara matang. Ia juga menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal setiap tahapan agar berjalan sesuai rencana.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh persiapan berjalan optimal. DPRD tidak hanya mendukung, tetapi juga akan menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif agar kegiatan ini sukses tanpa kendala berarti,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan UCLG ASPAC akan dimulai sejak 6 Mei 2026, ditandai dengan kedatangan peserta melalui Bandara Halu Oleo. Selanjutnya, para delegasi akan mengikuti proses registrasi di Hotel Claro, dilanjutkan dengan agenda welcome dinner di Papalimba.
Puncak kegiatan akan berlangsung pada 8 Mei melalui pembukaan resmi forum, sebelum ditutup dengan partisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-195 Kota Kendari pada 9 Mei 2026. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta sekaligus menampilkan wajah Kota Kendari sebagai daerah yang siap bersaing di level internasional.
Dengan dukungan penuh dari DPRD, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Pemerintah Kota Kendari optimistis mampu menyelenggarakan UCLG ASPAC 2026 dengan sukses. Sinergi yang terbangun menjadi modal utama dalam mewujudkan Kendari sebagai kota yang tidak hanya siap menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu meninggalkan kesan positif di mata dunia.
Lebih dari sekadar ajang pertemuan, UCLG ASPAC 2026 diharapkan menjadi titik awal percepatan pembangunan daerah, memperluas jaringan kerja sama internasional, serta membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Kendari. (ADV)












