KENDARI, TAJUKSULRA.ID – Dunia pendidikan di Kota Kendari kembali tercoreng. Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok siswi SMP Negeri 1 Kendari diduga tengah mengonsumsi tembakau gorila atau sinte beredar luas di media sosial.
Sebuah video berdurasi satu menit enam detik memperlihatkan sejumlah siswa mengonsumsi tembakau gorila. Kejadian tersebut diduga terjadi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Perbuatan mereka pun viral di media sosial WhatsApp pada Senin, 22 September 2025.
Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa remaja perempuan berseragam olahraga dan seragam putih-hitam sedang berada di dalam sebuah ruangan. Mereka terlihat bergiliran menghisap rokok yang dicurigai sebagai tembakau gorila. Aksi nekat ini diduga dilakukan saat para siswa pulang dari sekolah.
Merespons hal tersebut, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menegaskan akan segera memanggil Kepala Sekolah SMPN 1 Kendari serta pihak Dinas Pendidikan setempat untuk meminta klarifikasi.
“Ini masalah serius. SMPN 1 Kendari merupakan salah satu sekolah favorit, namun faktanya masih ada siswa yang terjerat barang haram. DPRD melalui Komisi III akan memanggil kepala sekolah dan Dinas Pendidikan untuk dimintai penjelasan,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, Senin (22/9/2025) malam.

Rajab Jinik menilai kasus ini mencoreng citra dunia pendidikan sekaligus memperlihatkan masih rapuhnya pengawasan terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah.
“Sekolah harusnya menjadi tempat paling aman dan bersih dari narkoba. Tetapi kasus ini justru menunjukkan bahwa pengawasan masih sangat lemah. Kita harus tahu apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana kronologinya, dan apa yang sudah dilakukan pihak sekolah,” jelasnya.
Lebih jauh, Rajab Jinik menekankan DPRD juga akan mendorong adanya langkah-langkah konkret, termasuk kemungkinan menghadirkan siswi yang terlibat dalam video tersebut untuk didengar keterangannya.
“Kami juga akan memanggil siswi yang bersangkutan agar bisa didengar penjelasannya, sekaligus mencari solusi yang terbaik. Anak-anak ini harus dilindungi dan diselamatkan, jangan sampai mereka hancur masa depannya karena narkoba,” tambahnya.
Tak hanya itu, Politisi Golkar itu menegaskan, DPRD tidak hanya akan berhenti pada pemanggilan, tetapi juga akan mengawasi langkah-langkah pencegahan yang dilakukan Pemkot Kendari melalui Dinas Pendidikan.
“Pencegahan jauh lebih penting. Kita ingin memastikan adanya program yang jelas di sekolah, mulai dari edukasi, pembinaan, hingga pengawasan. Jangan sampai kasus ini terulang lagi, apalagi merembet ke sekolah-sekolah lain,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rajab Jinik mengatakan bahwa kasus penyalahgunaan tembakau gorila di kalangan pelajar memang bukan hal baru. Badan Narkotika Nasional (BNN) berulang kali mengingatkan bahwa tembakau gorila sangat berbahaya karena mengandung zat kimia sintetis yang bisa memicu gangguan kejiwaan, halusinasi, hingga ketergantungan berat.
Dengan demikian, Rajab Jini mengingatkan bahwa kasus ini harus menjadi tamparan keras bagi semua pihak.
“Ini bukan sekadar kasus pelanggaran siswa, tetapi sudah menyangkut masa depan generasi muda Kendari. Orang tua, guru, pemerintah, bahkan masyarakat luas, harus ikut serta dalam mengawasi anak-anak kita,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Saemina, mengaku langsung menerima laporan begitu video tersebut viral. Informasi yang dihimpun, ada 12 siswa yang diduga terlibat, meski hasil pemeriksaan menunjukkan hanya empat siswi yang terbukti positif menggunakan narkoba.
“Kami juga kaget dapat laporan itu. Kasus ini sudah ditangani Polres Kendari. Empat siswi yang terbukti menggunakan sudah diserahkan ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi,” kata Saemina saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (22/9/2025).
Tidak hanya siswi, polisi juga mengamankan sejumlah siswa yang diduga mengonsumsi barang serupa. Aparat memanggil orang tua untuk mendampingi selama pemeriksaan. Langkah itu dipilih sebagai pendekatan hukum sekaligus cara persuasif agar para pelajar tidak merasa ditinggalkan.
Saemina menekankan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan.
“Peran keluarga sangat penting. Kami berharap orang tua benar-benar mengawasi pergaulan anak agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (ADV)












