Ketua DPRD Kota Kendari Soroti Sinergi Antar Lembaga dan Tantangan Kota yang Makin Kompleks

Ketgam: Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto bersama Walikota dan Wakil Walikota serta Forkopimda

KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor serta menjaga stabilitas sosial dan keamanan di wilayah ibu kota Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar oleh Pemerintah Kota Kendari, Rabu (30/7/2025).

Rapat koordinasi yang dikemas dalam format coffee morning santai namun strategis ini digelar di pelataran Kantor Balai Kota Kendari. Dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda mulai dari perwakilan Polresta, Kejaksaan Negeri, Kodim 1417/Kendari, hingga jajaran OPD terkait.

Dalam suasana penuh keakraban namun tetap serius, sejumlah isu strategis dibahas terbuka. Mulai dari penanganan kasus narkotika, kenakalan remaja, sengketa pertanahan, hingga pengawasan terhadap distribusi bantuan sosial. Topik lain yang juga mencuat dalam diskusi adalah soal pengelolaan wilayah perkotaan, peningkatan layanan publik, hingga antisipasi konflik sosial menjelang tahun politik.

Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, dalam keterangannya menilai rapat koordinasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat komunikasi antarlembaga, mempercepat respons atas isu-isu lapangan, serta menyatukan langkah strategis antar unsur pemerintahan.

“Rapat seperti ini bukan hanya formalitas, tapi merupakan ruang strategis untuk menyatukan visi dan langkah antara eksekutif, legislatif, TNI-Polri, dan lembaga yudikatif. Kota Kendari punya tantangan yang tidak sederhana, jadi koordinasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dan kerja kolektif,” kata Inarto usai kegiatan.

Ketgam: Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto turut hadir dalam Rakor bersama Forkopimda yang digelar Pemkot Kendari

Lebih lanjut, Inarto menegaskan bahwa DPRD Kota Kendari berkomitmen untuk mendukung langkah-langkah pemerintah kota dan Forkopimda, termasuk dalam penguatan regulasi, alokasi anggaran, maupun pengawasan agar program-program pemerintah berjalan tepat sasaran dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kami di DPRD siap mendukung program-program strategis Pemkot, termasuk dalam bidang keamanan, ketertiban umum, dan pelayanan publik. Tapi tentu dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan efisiensi penggunaan anggaran,” kata Inarto.

Inarto menilai bahwa DPRD siap berperan aktif bukan hanya dalam hal legislasi, tetapi juga sebagai jembatan antara masyarakat dan eksekutif.

“Kita tidak bisa biarkan anak-anak muda kita kehilangan arah. DPRD sangat peduli pada isu generasi muda. Kita perlu mengintegrasikan kebijakan sosial, pendidikan, dan keagamaan agar pembangunan Kendari tidak hanya fisik, tapi juga membangun mental dan karakter generasi masa depan,” tegasnya.

Dengan demikian, Ketua DPRD kembali menekankan pentingnya early warning system terhadap potensi konflik sosial yang bisa muncul menjelang tahun politik 2025-2026.

Ketgam: Walikota Kendari, Siska Karina Imran menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Rakor bersama Forkopimda

“Kita harus antisipatif. Tahun politik sebentar lagi datang, tensi sosial biasanya ikut naik. Forum seperti ini bisa menjadi alat untuk meredam dan memperkuat kesadaran bersama bahwa Kendari harus dijaga dari konflik horizontal dan polarisasi,” tutup Inarto.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa coffee morning Forkopimda ini merupakan agenda rutin yang digagas untuk memperkuat kebersamaan dan menyamakan persepsi antar unsur pimpinan daerah.

“Kota Kendari adalah rumah bersama. Kita tidak bisa membiarkan satu sektor bekerja sendiri. Oleh karena itu, kami rutin menghadirkan forum seperti ini agar seluruh stakeholder bisa duduk bersama, mengevaluasi situasi, dan mencari solusi bersama,” bebernya.

Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan sosial di tengah meningkatnya dinamika masyarakat urban yang cepat berubah. Termasuk di antaranya adalah persoalan sosial perkotaan, kriminalitas, dan kemiskinan.

“Kami mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam menjaga Kendari agar tetap aman, bersih, dan ramah bagi semua. Kami juga butuh masukan dari Forkopimda agar langkah-langkah kebijakan Pemkot tetap dalam rel konstitusi dan menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tandasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *