KONSEL,TAJUKSULTRA.ID – Pasangan Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR)- Hugua, menggelar kampanye di dua titik lokasi berbeda di Kabupaten Konawe, yaitu di Desa Puosu, kecamatan Tongauna dan Kelurahan Wawotobi, Kecamatan Wawotobi.
Kedatangan Paslon nomor 2 itu disambut antusias oleh para pendukung.
Salah seorang warga, Litanto mengatakan, Selama ini masyarakat Sultra di imbau berusaha menjaga kemajemukan bermasyarakat, tidak ada yang membedakan antar orang Jawa, orang Bali, dan pendatang lainnya dengan masyarakat lokal.
Tetapi akhir-akhir ini, menjelang pemilihan kepala daerah, isu SARA kembali mencuat. Himbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu SARA, terutama isu kesukuan. Maka penting untuk melihat calon mana yang dapat meredam dan tidak memanfaatkan isu kesukuan di Sultra.
Di lokasi kedua, Syarif Sajang, mantan Sekda Konawe Selatan, mengatakan, Andi Sumagerukka telah banyak membantu anak-anak muda yang menempuh pendidikan dengan program yang beasiswa yang selama ini berjalan, yaitu Be-ASR, dengan jumlah penerima 4 ribu pelajar dan mahasiswa.
Dari sektor kesehatan, dirinya melihat langsung peran ASR dalam membantu sarana penunjang kesehatan masyarakat Sultra, yakni dengan pengadaan ambulance ASR menggunakan dana pribadi, bukan dari APBD atau dana dari pemerintah.
“Belum ada calon gubernur yang melakukan ikhlas seperti Andi Sumagerukka,” ungkapnya.
Tokoh pemuda Tolaki, Muhammad Ikram Palesa, mengingatkan jangan pernah mau dibenturkan dengan isu kesukuan, tidak ada korelasi dari penelitian manapun yang mengatakan bahwa kepedulian pemimpin terhadap masyarakatnya dihalangi oleh isu SARA, terutama isu suku.
Ia menambahkan Andi Sumagerukka telah selesai dengan dirinya, perlu memilih pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya, agar tidak jadi objek politik oleh politisi yang hanya mementingkan diri dan keluarganya.
“Saya juga mengimbau agar masyarakat dapat menghindari politisi yang sedang berusaha membangun dinasti politiknya, karena mereka hanya akan memikirkan keluarga sendiri, ketimbang memikirkan rakyat Sultra,” bebernya.
Calon Wakil Gubernur Hugua menegaskan, Pada tanggal 27 November 2024 merupakan momentum untuk menentukan masa depan Sultra, akan memilih pemimpin yang akan menjalankan fungsi pemerintah.
“Tugas pemerintah harusnya menjamin keamanan, kesejahteraan, kemandirian masyarakat. Kesejahteraan masyarakat sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat, maka pemerintah harus menjamin sarana dan prasarana di sektor kesehatan,” jelasnya, Sabtu (5/10/2024)
Hugua juga menegaskan pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan murah dan berkualitas bagi masyarakat. Dengan persentase masyarakat Sultra yang berprofesi sebagai petani dan nelayan yang tinggi, maka APBD sebesar 5,8 Triliun, akan dimaksimalkan untuk mendukung petani dan nelayan.
“Kami akan fokus pada meningkatkan pendidikan masyarakat bumi anoa sehingga tercipta masyarakat yang terdidik dan tercerahkan,” tandasnya.
Kampanye Andi Sumangerukka-Hugua di Kabupaten Konawe menunjukkan besarnya dukungan tokoh masyarakat dan pemuda Tolaki terhadap pasangan ini. Kedepannya, diharapkan Paslon nomor 2 ini dapat terus merangkul semua elemen masyarakat Sultra untuk mewujudkan visi dan misi mereka dalam membangun provinsi yang lebih maju dan sejahtera.












