KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Optimisme terhadap masa depan pembangunan Kota Kendari kembali menguat. Capaian kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sepanjang Tahun Anggaran 2025 yang dipaparkan dalam rapat paripurna DPRD dinilai menunjukkan arah pembangunan yang semakin progresif dan menjanjikan. Namun di balik sederet angka menggembirakan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mengingatkan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya terletak pada statistik, melainkan pada sejauh mana manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat secara merata.
Sorotan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, usai menghadiri rapat paripurna DPRD pada Senin, 30 Maret 2026, yang mengagendakan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Kendari Tahun Anggaran 2025.
Menurut Rajab Jinik, berbagai indikator makro yang disampaikan Pemerintah Kota patut diapresiasi. Angka-angka itu menunjukkan bahwa pembangunan Kota Kendari berada di jalur yang benar dan mulai memberikan hasil nyata.
Salah satu capaian yang paling membanggakan adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari menjadi 86,36 poin, yang menempatkan daerah ini pada peringkat keenam nasional. Bagi DPRD, pencapaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan gambaran bahwa kualitas hidup masyarakat terus membaik.
IPM merupakan cerminan dari kemajuan sektor pendidikan, kesehatan, serta kemampuan ekonomi masyarakat. Ketika nilainya meningkat, maka sesungguhnya kualitas sumber daya manusia di daerah juga ikut tumbuh.

“Ini menunjukkan adanya kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Kami melihat upaya pemerintah kota sudah berada pada koridor yang baik,” ujar Rajab Jinik.
Tak hanya itu, sektor ekonomi juga menunjukkan performa menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Kendari mencapai 5,16 persen, angka yang dinilai cukup solid di tengah tantangan ekonomi nasional maupun global. Di saat banyak daerah masih berjuang menjaga stabilitas, Kendari justru mampu menorehkan pertumbuhan yang sehat.
Lebih menggembirakan lagi, laju inflasi berhasil dijaga di angka 2,96 persen. Stabilitas harga tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar, melindungi daya beli masyarakat, dan menciptakan rasa aman bagi pelaku usaha.
Bagi DPRD, keberhasilan menekan inflasi merupakan prestasi penting. Sebab, inflasi yang terkendali akan sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi rumah tangga masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
Di sisi lain, capaian sosial juga memperlihatkan tren positif. Angka kemiskinan turun menjadi 4,18 persen, sementara rasio ketimpangan pendapatan (gini ratio) menurun ke angka 0,365. Penurunan ini menandakan bahwa kesenjangan ekonomi mulai mengecil dan distribusi kesejahteraan bergerak ke arah yang lebih baik.

Namun demikian, Rajab Jinik menegaskan bahwa DPRD tidak akan berhenti pada rasa puas semata. Menurutnya, setiap capaian harus dibaca lebih dalam agar pembangunan ke depan semakin berkualitas dan tepat sasaran.
Salah satu perhatian utama legislatif adalah soal pendapatan per kapita masyarakat yang tercatat mencapai Rp85.160.000 juta per jiwa. Angka ini memang tinggi dan patut diapresiasi, namun DPRD menilai penting untuk memastikan bahwa peningkatan pendapatan tersebut tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
“Pertanyaannya, apakah kenaikan pendapatan ini sudah dinikmati secara merata atau masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Ini yang akan menjadi perhatian kami dalam fungsi pengawasan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan peran DPRD sebagai lembaga pengawas yang tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memperhatikan kualitas distribusi pembangunan. Sebab, pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan berpotensi melahirkan kesenjangan baru.
Karena itu, DPRD mendorong agar fokus pembangunan Kota Kendari ke depan diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Artinya, pertumbuhan harus mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil, dan memberi ruang lebih luas bagi masyarakat bawah untuk tumbuh bersama.

“Angka pertumbuhan memang penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu inklusif. Apakah membuka lapangan kerja baru, apakah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil,” kata Rajab Jinik.
Dalam konteks tersebut, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian khusus DPRD. Rajab menilai, UMKM adalah denyut nadi ekonomi rakyat yang harus terus diperkuat melalui dukungan permodalan, pelatihan, akses pasar, hingga pendampingan berkelanjutan.
Jika sektor UMKM tumbuh kuat, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat luas. Lapangan kerja tercipta, pendapatan keluarga meningkat, dan roda ekonomi lokal bergerak lebih dinamis.
Selain penguatan ekonomi kerakyatan, DPRD juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antarwilayah di seluruh Kota Kendari. Menurut Rajab, pembangunan tidak boleh terpusat hanya di kawasan tertentu, sementara wilayah lain tertinggal.
Pembangunan yang merata akan menciptakan keseimbangan baru antarwilayah, mempercepat pelayanan publik, dan memperkokoh fondasi ekonomi daerah secara keseluruhan.
“Ke depan, kami berharap pemerintah lebih fokus pada pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi kerakyatan. Jangan sampai ada wilayah yang tertinggal atau masyarakat yang tidak merasakan manfaat pembangunan,” ujarnya.
Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, DPRD Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tiga fungsi utama lembaga legislatif secara optimal, yakni pengawasan, penganggaran, dan legislasi. Seluruh program pemerintah akan terus dikawal agar berjalan tepat sasaran, efisien, dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Bagi DPRD, capaian tahun 2025 adalah modal penting untuk melangkah ke tahap pembangunan berikutnya. Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang stabil, peningkatan kualitas manusia, penurunan kemiskinan, serta penguatan arah kebijakan yang pro-rakyat, Kota Kendari dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah dengan tingkat kesejahteraan terbaik di Indonesia.
Kini harapan itu berada di depan mata. Tinggal bagaimana seluruh elemen daerah menjaga sinergi, memperkuat komitmen, dan memastikan bahwa setiap denyut pembangunan benar-benar membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kota Kendari. (ADV)












