KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Dalam momentum Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah (Rakornas PHD) Tahun 2025 yang dipusatkan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari tanggal 26-28 Agustus 2025, dimanfaatkan oleh anggota DPRD dari berbagai daerah untuk melakukan kunjungan kerja di Sekretariat DPRD Kota Kendari.
Pada Selasa, 26 Agustus 2025, Sekretariat DPRD Kota Kendari menerima sejumlah kunjungan kerja dari DPRD dan sekretariat DPRD dari berbagai daerah di luar Sulawesi Tenggara, diantaranya DPRD Kabupaten Madiun, DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, DPRD Kabupaten Pasuruan, DPRD Kabupaten Jombang, dan DPRD Kabupaten Aceh Besar.
Kunjungan mereka semua memiliki tujuan yang sama, yakni menggali pengalaman, berdiskusi, serta belajar langsung mengenai praktik kerja kedewanan dan tata kelola administrasi yang dijalankan oleh Sekretariat DPRD Kota Kendari.
Para tamu kunjungan kerja ini diterima langsung oleh Plt. Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Kendari, Syahrir Kanda, Kabag Hukum, H. Sugianto, Kasubag Perundang-undangan, Gunawan, Kasubag Persidangan dan Risalah, La Ode Ari, serta Staf Khusus Pimpinan, Azis. Ketua Bapemperda DPRD Kota Kendari, Samsuddin Rahim, juga turut hadir menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Aceh Besar.
Membanjirnya kunjungan kerja dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara ini merupakan dampak positif dari pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah yang berlangsung di Kota.

Rapat koordinasi ini menjadi daya tarik bagi DPRD dari berbagai daerah untuk saling bertukar informasi dan pengalaman terkait penyusunan dan pengelolaan produk hukum daerah.
Plt. Sekwan Kota Kendari, Syahrir Kanda, menyambut baik kunjungan kerja dari berbagai daerah ini. Setiap kunjungan kerja yang datang selalu memberikan energi baru bagi jajaran staf sekretariat.
“Kami merasa terhormat ketika banyak daerah memilih Kota Kendari sebagai tujuan kunjungan. Ini artinya, apa yang kami lakukan selama ini dianggap bermanfaat untuk dibagi dan bisa menjadi contoh di tempat lain,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap tamu yang datang tidak hanya sekadar melihat-lihat. Mereka duduk bersama, berdiskusi panjang, bertukar pikiran, hingga menggali detail teknis mengenai pengelolaan administrasi, penyusunan agenda, penguatan fungsi kehumasan, hingga pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan sekretariat. Bahkan, tak jarang kunjungan kerja itu berlanjut menjadi kerja sama antar-daerah yang lebih erat.
Tidak hanya itu, banjir kunjungan kerja juga membawa dampak positif lain bagi Kota Kendari. Para tamu yang datang sekaligus menjadi bagian dari promosi kota. Mereka bisa melihat langsung perkembangan ibu kota Sulawesi Tenggara, mengenal potensi pariwisata, mencicipi kuliner khas, hingga membawa cerita positif tentang Kendari ke daerah asalnya. Dengan kata lain, Sekretariat DPRD menjadi pintu kecil yang membuka jalan promosi besar bagi Kota Kendari.

Lebih lanjut, Syahrir Kanda berharap agar kunjungan kerja ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Ini adalah kesempatan yang baik untuk saling berbagi informasi dan pengalaman terkait tugas dan fungsi DPRD.
“Kami berharap, melalui kunjungan ini, kita dapat saling belajar dan meningkatkan kualitas kinerja DPRD dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Fenomena banjir kunjungan kerja ini juga menjadi bukti bahwa DPRD Kota Kendari, melalui sekretariatnya, berhasil menempatkan diri sebagai lembaga terbuka dan siap berbagi pengalaman. Transparansi dan semangat kolaborasi menjadi ruh utama dalam setiap penerimaan tamu. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi, di mana antar-daerah saling bertukar gagasan demi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Di sisi lain, kunjungan kerja yang terus mengalir menjadi wadah pembelajaran dua arah. Bukan hanya tamu yang belajar dari Kendari, melainkan Sekretariat DPRD Kota Kendari pun memperoleh banyak insight dari daerah lain. Ide-ide baru, pengalaman berbeda, hingga strategi-strategi unik yang diterapkan di daerah lain bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan di Kendari.
Banjir kunjungan kerja ini juga menegaskan bahwa peran Sekretariat DPRD bukan sekadar supporting system bagi anggota dewan, tetapi juga sebagai garda depan dalam membangun citra positif lembaga DPRD. Keberhasilan memberikan pelayanan prima, dokumentasi yang rapi, hingga inovasi digitalisasi arsip dan agenda menjadi daya tarik tersendiri.
Hampir semua tamu yang datang memberikan kesan positif. Mereka merasa disambut dengan hangat, mendapatkan penjelasan yang detail, serta pulang dengan membawa referensi baru. Beberapa bahkan mengaku akan kembali lagi untuk memperdalam kerja sama.
Kendari kini semakin dikenal sebagai salah satu kota yang progresif dalam urusan tata kelola pemerintahan daerah. Hal ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah kota, DPRD, serta jajaran sekretariat yang saling mendukung dalam menciptakan iklim birokrasi yang sehat dan terbuka. (ADV)












