Daerah  

Dengan Semangat Budaya Pokadulu, Warga Desa Lahaji Bersatu Bangun Masjid Al-Muhajirin

Ketgam: Masyarakat Desa Lahaji gotong royong membangun Masjid Al-Muhajirin

MUBAR, TAJUKSULTRA.ID – Nilai budaya pokadulu atau gotong royong kembali hidup dan mengalir kuat di tengah masyarakat Desa Lahaji, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar). Warga setempat kompak bahu-membahu membangun Masjid Al-Muhajirin yang kini ikondisinyak sudah tidak lagi layak menampung jamaah, terutama pada hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Masjid yang berada di pusat kecamatan tersebut menjadi sentral aktivitas ibadah masyarakat. Kondisi bangunan yang kumuh dan kapasitas yang terbatas mendorong warga untuk bergerak. Tanpa menunggu bantuan dari luar, masyarakat mulai melakukan swadaya pembangunan.

Ketua Pembangunan Masjid, La Ode Munir, mengungkapkan bahwa inisiatif pembangunan ini sepenuhnya lahir dari kesadaran masyarakat. Tak butuh waktu lama, begitu panitia ditetapkan dan donasi dibuka, respon warga langsung mengalir.

“Pagi rapat penetapan pengurus, sore sudah ada warga yang buang pasir dan batu di halaman masjid. Ini menunjukkan antusiasme luar biasa masyarakat untuk membangun rumah Allah,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Melihat semangat tersebut, panitia segera menyusun kepengurusan serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan yang diperkirakan menelan dana lebih dari Rp 1 miliar. Menariknya, seluruh bentuk dukungan, baik uang, bahan bangunan, maupun tenaga kerja akan dikonversi dalam nilai rupiah sebagai bagian dari laporan donasi.

“Misalnya masyarakat bekerja, gaji hariannya kita hitung lalu kita konversi menjadi nilai donasi. Dengan begitu semua kontribusi tercatat dan transparan,” jelas Munir.

Setiap akhir pekan, panitia berkewajiban melaporkan penggunaan bahan, jumlah donasi yang masuk, serta progres pembangunan. Transparansi ini dilakukan agar kepercayaan dan partisipasi masyarakat tetap terjaga.

Selain membangun rumah ibadah, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan menghidupkan kembali budaya pokadulu yang menjadi identitas masyarakat Muna. Semangat kebersamaan tersebut diyakini membawa keberkahan, terlebih pembangunan masjid diyakini sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Hingga memasuki minggu ketiga pengerjaan, donasi yang terkumpul—baik berupa uang maupun material—telah mencapai lebih dari Rp 50 juta, termasuk dari donatur di luar Desa Lahaji. Saat ini, pembangunan memasuki tahap penyelesaian fondasi dan cakar ayam sebelum berlanjut ke pemasangan tiang, dinding, dan atap.

“Kami menargetkan Masjid Al-Muhajirin dapat digunakan untuk Sholat Idul Fitri mendatang. Karena itu, kami mengajak para dermawan untuk ikut berpartisipasi,” ajak Munir.

Bagi yang ingin berdonasi, warga dapat memberikan bantuan dalam bentuk bahan, tenaga, maupun uang tunai. Donasi uang dapat dikirim ke:

BANK BRI
No. Rekening: 713501027181538
Atas Nama: Masjid Al-Muhajirin Desa Lahaji

Konfirmasi donasi dapat melalui Bendahara Pembangunan: +62 822-8724-4363 (Mulis).

Reporter: Lan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *