Daerah  

YPSI Peduli Salurkan Bantuan Token Listrik ke Tujuh Keluarga

Ketgam: Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pelita Study Ilmiyah, Ustadz Darussalam

MUNA, TAJUKSULTRA.ID – Kepedulian terhadap keluarga peserta didik diwujudkan Yayasan Pelita Study Ilmiyah (YPSI) melalui program YPSI Peduli. Kali ini, yayasan tersebut memberikan bantuan berupa token pulsa listrik kepada keluarga peserta didik yang membutuhkan.

Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pelita Study Ilmiyah, Ustadz Darussalam, S.Kep., M.Pd., Gr mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian YPSI terhadap keluarga peserta didik, sekaligus upaya menanamkan nilai kemanusiaan melalui lingkungan pendidikan.

Menurut dia, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan yang besar. Hal sederhana yang diberikan pada saat yang tepat, dapat membantu meringankan beban sebuah keluarga.

“YPSI Peduli bukan sekedar tentang membantu membayar listrik. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan rasa diperhatikan dan semangat untuk terus berjalan bersama dalam kebaikan,” tulisnya dalam rilis yang diterima Tajuksultra, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak tujuh keluarga penerima bantuan token listrik dalam program YPSI Peduli. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, yakni dari Desa Pola, Pure, Mataindaha, Todanga dan Wakorumba.

Ketujuh penerima bantuan tersebut masing-masing adalah keluarga Putra dan Syifa di Desa Pola, Sarah di Pure, Kohir di Mataindaha, Rohim dan Anhari di Todanga serta Habib di Wakorumba.

Darussalam yang juga sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pasir Putih menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari perhatian YPSI terhadap keluarga yang anaknya masih aktif mengikuti pendidikan di lingkungan yayasan.

Program YPSI Peduli juga dirancang berkelanjutan. Bantuan token listrik diberikan selama anak penerima manfaat masih aktif bersekolah di YPSI.

Dengan skema tersebut, bantuan dapat berakhir apabila anak sudah tidak lagi aktif di YPSI, baik karena telah menyelesaikan pendidikan seperti di jenjang taman kanak-kanak, maupun karena berpindah ke sekolah lain.

“Jadi, kepedulian ini bukan hanya tentang bantuan hari ini, tetapi bagaimana lembaga dapat hadir mendampingi keluarga selama proses pendidikan anak berlangsung,” kata Darussalam.

Bagi YPSI, pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, buku dan ruang kelas. Pendidikan juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai kepedulian, berbagi, serta menolong sesama.

Semangat tersebut menjadi landasan program YPSI Peduli dengan mengusung pesan “Tolong Menolong dalam Kebaikan dan Ketakwaan.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan juga memiliki tanggung jawab sosial. Ketika seseorang membantu meringankan beban orang lain, bantuan itu diharapkan dapat menghadirkan manfaat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.

Untuk memastikan pelaksanaan program tepat sasaran, YPSI melakukan pendataan terhadap keluarga penerima manfaat. Data yang diperlukan antara lain nama murid, nama lengkap ayah dan ibu murid, serta nomor meteran listrik.

Pendataan tersebut menjadi bagian dari mekanisme program agar bantuan dapat diberikan kepada penerima yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan YPSI Peduli.

Bagi sebagian orang, token listrik mungkin terlihat sebagai bantuan sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi keterbatasan, bantuan tersebut dapat memiliki arti yang lebih besar. Listrik yang tetap menyala berarti rumah dapat tetap terang. Bagi anak-anak, kondisi tersebut juga dapat mendukung aktivitas belajar di rumah.

Karena itu, YPSI memandang kepedulian bukan hanya dari nilai bantuan yang diberikan, tetapi dari manfaat yang dirasakan penerima.

Melalui YPSI Peduli, yayasan tersebut berupaya menunjukkan bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana dan menyentuh kebutuhan nyata keluarga peserta didik.

“Ketika kita membantu menyalakan sebuah lampu di rumah seseorang, mungkin tanpa kita sadari, kita juga sedang membantu menyalakan harapan di dalam keluarganya,” demikian pesan yang diusung dalam program YPSI Peduli.

YPSI Peduli-Tolong Menolong dalam Kebaikan dan Ketakwaan.

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *