Anggota DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik Ajak Masyarakat Bayar PBB Tepat Waktu

Ketgam: Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik

KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Pajak daerah merupakan salah satu tulang punggung pembangunan kota. Tanpa adanya partisipasi masyarakat dalam membayar kewajiban pajak, mustahil pemerintah bisa menghadirkan infrastruktur yang memadai, pelayanan publik yang berkualitas, serta program-program kerakyatan yang menyentuh kebutuhan warga.

Kesadaran inilah yang kembali digaungkan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik, yang mengajak seluruh masyarakat agar patuh membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu.

Menurut Rajab Jinik, PBB bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk nyata gotong-royong warga dalam membangun daerah. Setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam wujud pembangunan jalan, drainase, penerangan, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan yang lebih baik.

“Masyarakat perlu menyadari bahwa membayar PBB bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral untuk mendukung kemajuan Kota Kendari. Tanpa partisipasi warga, APBD tidak akan kuat menopang berbagai program prioritas,” ujar Rajab, Jumat (19/20/2025).

Selama ini, PBB menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan di Kota Kendari. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan pembangunan baik di pusat kota maupun wilayah kecamatan, pemerintah sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.

Ketgam: Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik

Politisi Partai Golkar Kendari tersebut menegaskan, setiap tahun target penerimaan PBB di Kota Kendari terus digenjot agar sejalan dengan visi mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni, cerdas, dan berdaya saing. Namun, capaian tersebut tentu sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan masyarakat.

“Kalau penerimaan pajak rendah, otomatis pembangunan yang dirasakan masyarakat juga akan terhambat. Sebaliknya, jika kesadaran masyarakat tinggi, kita semua akan menikmati hasilnya berupa jalan yang bagus, lingkungan yang tertata, dan pelayanan publik yang lebih optimal,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat, Rajab Jinik tidak hanya mengimbau, tetapi juga mendorong pemerintah agar terus berinovasi dalam mempermudah sistem pembayaran PBB. Ia menilai, di era digital saat ini, akses layanan pajak harus semakin cepat, transparan, dan bisa diakses oleh semua kalangan.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Kendari ini juga mengapresiasi langkah Pemkot Kendari yang telah menghadirkan berbagai kanal pembayaran, mulai dari loket resmi hingga aplikasi digital. Namun ia berharap, sosialisasi terus ditingkatkan agar masyarakat mengetahui kemudahan tersebut.

“Kita ingin masyarakat tidak merasa terbebani. Justru membayar PBB harus dipandang sebagai kontribusi kecil yang hasilnya sangat besar untuk pembangunan,” ungkap Rajab Jinik.

Ketgam: Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik

Rajab Jinik menekankan bahwa membayar PBB adalah bentuk nyata kesadaran kolektif masyarakat untuk membangun daerahnya sendiri. Uang pajak yang dikumpulkan tidak keluar dari Kota Kendari, melainkan kembali dalam bentuk pembangunan dan fasilitas untuk warganya.

Ia mencontohkan, perbaikan drainase di kawasan rawan banjir, peningkatan jalan lingkungan di perumahan, hingga pengadaan sarana kebersihan kota semuanya dibiayai dari dana pajak daerah, termasuk PBB.

“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa tidak mendapatkan manfaat. Faktanya, setiap pembangunan yang kita nikmati, baik langsung maupun tidak, berasal dari dana pajak. Karena itu, mari kita sama-sama patuh dan tepat waktu membayar PBB,” tegas Rajab Jinik.

Ke depan, Rajab Jinik berharap kesadaran masyarakat Kendari dalam membayar PBB bisa semakin meningkat. Ia optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, target PAD dari PBB bisa tercapai bahkan melampaui proyeksi.

Dengan begitu, Kota Kendari akan semakin cepat mewujudkan berbagai program prioritas, seperti pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

“Saya percaya, jika masyarakat patuh membayar PBB, maka pembangunan di Kota Kendari akan lebih merata dan berkualitas. Ini bukan hanya untuk kita yang hidup hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita di masa depan,” tutup Rajab Jinik dengan penuh optimisme. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *