KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Keluhan warga Perumahan Kota Praja, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, terkait buruknya layanan air bersih serta belum tersedianya sejumlah fasilitas lingkungan mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Kendari.
Anggota Komisi I DPRD Kota Kendari, Jumran dan Gilang Satya Witama, turun langsung ke lokasi pada Selasa (1/9/2026) untuk meninjau kondisi yang dikeluhkan warga sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Jumran mengatakan, persoalan yang disampaikan warga berkaitan dengan kewajiban pengembang dalam menyediakan fasilitas dan prasarana lingkungan perumahan.
Menurutnya, salah satu keluhan utama warga adalah kondisi air yang dialirkan ke rumah-rumah. Air disebut keruh, berwarna dan berbau sehingga dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Warga mengeluhkan kualitas air yang tidak layak, sementara mereka tetap dibebankan tarif Rp8.000 per meter kubik. Ini tentu menjadi persoalan yang perlu segera dicarikan solusinya,” kata Jumran.
Selain kualitas air, warga juga mempersoalkan munculnya tagihan air yang dinilai membengkak. Warga mengaku belum mendapatkan sosialisasi maupun surat edaran resmi mengenai pemberlakuan pembayaran air tersebut.
Karena itu, warga meminta agar tagihan yang telah terlanjur muncul dapat ditinjau kembali, bahkan bila memungkinkan dibebaskan.
Tak hanya persoalan air, kondisi infrastruktur lingkungan juga menjadi sorotan. Sejumlah ruas jalan di dalam kawasan perumahan dilaporkan mengalami kerusakan dan berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan. Kondisi drainase juga dinilai membutuhkan perbaikan.
Persoalan lain yang turut disampaikan adalah belum terealisasinya fasilitas rumah ibadah berupa masjid. Padahal, ratusan kepala keluarga telah menghuni kawasan Perumahan Kota Praja.
Jumran menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti seluruh aspirasi tersebut sesuai kewenangan DPRD. Ia berharap persoalan antara warga dan pihak pengembang dapat segera diselesaikan melalui komunikasi dan langkah konkret.
“Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan. Aspirasi masyarakat ini akan kami tindak lanjuti dan komunikasikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk pengembang, agar ada penyelesaian yang jelas,” ujarnya.
Sementara itu, warga mengaku sebelumnya telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak pengembang, baik secara langsung maupun tertulis. Namun, hingga peninjauan dilakukan, warga mengaku belum mendapatkan tanggapan dan tindakan nyata terhadap sejumlah persoalan yang mereka keluhkan.
Reporter: Lan












