KENDARI, TAJUKSULTRA.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) IV Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Bombana resmi menetapkan H. Bustam, M.Si sebagai Ketua DPC Partai Hanura Bombana periode 2025–2030. Penetapan tersebut berlangsung dalam Muscab yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Jumat (26/6/2026).
Terpilihnya H. Bustam didasarkan pada Surat Keputusan DPP Partai Hanura Nomor A/239/DPP Hanura/VI/2026 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura, Benny Rhamdani, bersama Wakil Ketua Umum OKK, Akhmad Muqowan di Jakarta pada 24 Juni 2026.
Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Tenggara, H. Fajar Ishak DJ, SE., MH, menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Bustam. Menurutnya, pengalaman politik, kemampuan organisasi, dan kapasitas personal yang dimiliki Bustam menjadi modal penting untuk membangkitkan kembali Hanura di Bombana.
Ia optimistis Hanura Bombana mampu kembali meraih kursi di DPRD Kabupaten Bombana, bahkan berpeluang mengantarkan kader ke DPRD Sulawesi Tenggara pada Pemilu mendatang.
“Saya meyakini di bawah kepemimpinan H. Bustam, Hanura Bombana akan bangkit dan mampu mengisi setiap daerah pemilihan (Dapil) di DPRD Bombana. Bahkan saya berharap dari Bombana juga akan lahir wakil Hanura di DPRD Provinsi,” ujar anggota DPRD Provinsi Sultra dua periode tersebut.
Selain target elektoral, Fajar Ishak menegaskan bahwa tantangan terdekat partai adalah lolos menjadi peserta Pemilu nasional 2029 dan Pemilu lokal 2031. Karena itu, ia meminta Ketua terpilih, H. Bustam untuk segera menyusun kepengurusan baru sekaligus membenahi struktur organisasi hingga ke tingkat bawah.
Ia menargetkan dalam tujuh hari ke depan komposisi pengurus DPC sudah rampung, kemudian dilanjutkan dengan penyempurnaan kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) sampai Pengurus Ranting (PR) di tingkat desa dan kelurahan di seluruh 22 kecamatan Kabupaten Bombana.
“Kita punya agenda bahwa tahun ini seluruh kepengurusan di tingkat PAC, ranting, hingga desa harus selesai. Dengan begitu, pada Januari 2027 kita sudah siap menghadapi verifikasi partai. Struktur kepengurusan dan keanggotaan harus memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan KPU agar Hanura dapat mengikuti kontestasi Pemilu,” tegasnya.
Fajar Ishak mengakui kondisi Hanura Bombana saat ini membutuhkan kerja ekstra setelah kehilangan keterwakilan di DPRD pada Pemilu 2024. Namun ia yakin, dengan kepemimpinan baru, Hanura akan kembali mengambil peran penting dalam pembangunan daerah.
“Harapan baru telah lahir. Saya sangat yakin Hanura Bombana bisa kembali bangkit dan mengambil peran strategis untuk mewujudkan daerah berdaya, Indonesia sejahtera,” katanya.
Fajar Ishak juga menegaskan bahwa Partai Hanura membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh putra-putri daerah yang ingin bergabung membangun Bombana tanpa kriteria khusus, selama memiliki komitmen membesarkan partai dan daerah.
Di akhir sambutannya, Fajar Ishak mengajak seluruh pengurus dan kader Hanura Bombana untuk terus mendukung program Pemerintah Kabupaten Bombana serta bersama-sama mewujudkan visi Partai Hanura, yakni “Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera.”
Sementara itu, Ketua DPC Partai Hanura Bombana terpilih, H. Bustam, M.Si, menyatakan siap mengemban amanah yang diberikan kepadanya dan berkomitmen mengembalikan kejayaan Hanura di Kabupaten Bombana.
Menurut Bustam, kondisi partai saat ini menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk menyatukan seluruh kekuatan kader dan melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Kami akan menginisiasi penyatuan seluruh kekuatan partai, memetakan potensi di setiap wilayah, dan membangun organisasi yang solid agar Hanura kembali dipercaya masyarakat Bombana,” ujarnya.
Bustam menargetkan penyusunan kepengurusan DPC dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu. Setelah itu, konsolidasi akan dilanjutkan hingga seluruh PAC di 22 kecamatan agar mesin partai siap menghadapi agenda politik ke depan.
Ia menegaskan target utama Hanura adalah mengembalikan keterwakilan di DPRD Bombana.
“Bombana memiliki lima daerah pemilihan. Target kami, setiap dapil bisa menghasilkan keterwakilan Partai Hanura. Minimal kami ingin memperoleh satu hingga dua kursi DPRD pada Pemilu mendatang. Insya Allah itu akan kami perjuangkan bersama seluruh kader,” katanya.
Tak hanya itu, Bustam juga melihat peluang besar di tingkat DPRD Sultra. Penambahan alokasi kursi DPRD Provinsi untuk daerah pemilihan Bombana dari delapan menjadi sepuluh kursi dinilai menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Penambahan dua kursi DPRD Provinsi menjadi peluang bagi Hanura untuk meningkatkan keterwakilan. Kami optimistis dengan kerja bersama dan konsolidasi yang kuat, target tersebut bisa diwujudkan,” pungkasnya.
RIWAYAT HIDUP:
Drs. H. Bustam, M.Si lahir di Boepinang, 01 – 07 – 1964
RIWAYAT PENDIDIKAN:
– SD. Negri Boepinang tamat 1977
– Madrasah tsanawiyah Negri Bau Bau tamat 1984
– Madrasah Aliyah Negeri Bau Bau tamat 1987
– S1 di IAIN Alauddin Ujung Pandang tamat 1993
– S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Indonesia Jakarta tamat 2007
PENGALAMAN POLITIK
1. Anggota DPRD Kabupaten Buton Dapil Priode 1997 – 1999 dari Golkar (Sebelum Kabupaten Bombana lahir)
2. Anggota DPRD Kabupaten Buton 1999-2004 dari Partai Golkar (Sebelum Kabupaten Bombana lahir)
3. Ketua DPRD Kabupaten Bombana 2004 – 2009 dari Partai Golkar saat Kabupaten Bombana terbentuk
4. Tahun 2010 jadi colon Bupati Bombana berpasangan dengan Abd . Rauf Abidin (kalah)
5. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara 2014 – 2019 Dapil Konsel – Bombana dari Partai Gerindra
6. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara 2019- 2024 Dapil Konsel – Bombana dari Partai Gerindra
7. Tahun 2025 menyatakan diri mundur/berhenti dari Partai Gerindra Sulawesi Tenggara
Reporter: Niati












